Lima nama pasaran

Lima pasaran Jawa adalah Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Urutannya berputar setiap hari dan terus berulang.

Pasaran tidak menggantikan nama hari seperti Senin atau Selasa. Keduanya dipadukan untuk menyebut weton kelahiran.

Mengapa pasaran penting?

Dalam tradisi Jawa, pasaran membantu memberi penanda waktu yang lebih khas. Karena siklus lima dan tujuh hari bertemu kembali setiap 35 hari, kombinasi weton yang sama juga berulang dalam rentang tersebut.

Nilai neptu pasaran kemudian dipakai bersama neptu hari dalam berbagai hitungan Primbon.

Membaca dengan konteks

Makna yang dilekatkan pada pasaran berasal dari tradisi dan dapat berbeda penekanannya antar sumber atau keluarga. Mengenalnya berarti mempelajari warisan budaya, bukan mencari kepastian mutlak.